Fiqih Puasa Ramadhan - Structural And Road Engineer

Thursday, February 27, 2025

demo-image

Fiqih Puasa Ramadhan

marhaban%20yaa%20ramadhan


Saya pernah ikut kajian dengan syekh/ustadz, beliau mengatakan syarat diterimanya amal ibadah ada 2:

1. Ikhlas karena Allah

2. Dengan Ilmu 

maka dalam rangka menjalankan ibadah ramadhan kita harus tahu ilmu puasa ramadhan agar ibadah kita diterima Allah, Aaamiin, berikut ini fiqih ramadhan yang kami rangkum dari beberapa sumber


Fiqih Puasa

Puasa secara bahasa artinya menahan

Puasa secara syariat artinya menahan dari yang membatalkan puasa dengan niat khusus sepanjang siang bagi mampu berpuasa islam, aqil dan suci dari haid dan nifas 

Syarat Wajib Puasa Ramadhan ialah orang yang diwajibkan untuk berpuasa, bila sudah lengkap 4 hal ini:

  1. Islam
  2. Baligh
  3. Berakal
  4. Mampu berpuasa
Syarat Sah Puasa
  1. Islam (orang yang bukan islam tidak sah puasa
  2. Mumayiz dapat membedakan yang baik dan tidak baik
  3. Suci dari darah haid (kotoran) dan nifas (darah sehabis melahirkan) dan wajib meng-qadha-nya

Rukun Puasa ialah yang sesuatu yang harus dikerjakan agar sah

  1. Niat dengan hati setiap malam
  2. Menahan dari yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari

Penjelasan:

  1. Pada madzhab Imam Syafi'i Niat Puasa pada setiap malam, adapun untuk berjaga-jaga dari lupa maka bisa menggunakan madzhab Imam Malik bin Anas yaitu Niat Puasa Ramadhan sebulan penuh
  2. Waktu dimulai puasa sejak terbit matahari = Ketika Adzan Subuh
  3. bagaimana bila Adzan pada setiap masjid berbeda? maka berdasarkan waktu adzan yang sudah ditetapkan, misalnya seperti jadwalsholat.org
  4. maka agar tidak batal puasanya maka diambil waktu 10 menit sebelum adzan untuk imsak.

Yang membatalkan puasa:

  1. masuknya sesuatu kedalam badan melalui tenggorokan, hidung, telinga, tempat keluarnya air kecil dan besar
  2. Muntah dengan sengaja
  3. Hubungan suami istri
  4. Keluar mani dengan sengaja (dalam mimpi tidak membatalkan)
  5. Haid, Nifas, hilang akal (gila atau pingsan seharian penuh), dan Murtad


Sumber :

  • Fathu-l-Qorib (Kitab Fiqih Syafi'i)
  • Daurah Online bersama  Habib Umar bin Zain bin Smith
  • Fiqih - Sulaiman Rasjid
  • Ceramah Buya Yahya